Sikap Berani Spanyol Tolak Bantu AS Lawan Iran, Presiden Pezeshkian: “Langkah yang Patut Ditiru!”

TEHERAN, Andalaska News. – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan pemerintah Spanyol yang menolak memberikan bantuan militer kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam eskalasi perang di Timur Tengah. Pezeshkian menyebut langkah Madrid sebagai tindakan yang “bertanggung jawab” dan patut menjadi contoh bagi negara-negara Barat lainnya.
Pujian ini muncul setelah Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, secara resmi melarang penggunaan pangkalan militer di wilayahnya untuk mendukung agresi udara terhadap Teheran.
Spanyol Tegaskan Prinsip “No to War” di Tengah Ancaman Trump
Ketegangan antara Madrid dan Washington mencapai puncaknya setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap Spanyol. Trump menyebut Spanyol sebagai sekutu yang “terburuk” dan mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang sebagai bentuk balasan atas penolakan penggunaan pangkalan udara Rota dan Moron.
Merespons gertakan tersebut, PM Pedro Sanchez tetap bergeming. Dalam pidato nasionalnya pada Rabu (4/3/2026), Sanchez menegaskan posisi Spanyol dalam empat kata: “No to the war” (Tidak pada perang).
“Kami tidak akan menjadi kaki tangan dalam sesuatu yang merugikan dunia dan bertentangan dengan nilai-nilai kami, hanya karena rasa takut akan pembalasan dari seseorang,” tegas Sanchez.
Alasan di Balik Penolakan Spanyol:
- Kepatuhan Hukum Internasional: Spanyol menilai intervensi militer AS-Israel terhadap Iran sebagai langkah yang tidak dibenarkan dan melanggar piagam PBB.
- Konsistensi Kebijakan: Langkah ini sejalan dengan kritik Madrid sebelumnya terhadap agresi di Jalur Gaza dan invasi di Ukraina.
- Keamanan Regional: Madrid khawatir keterlibatan pangkalan militer mereka hanya akan memperluas konflik yang membahayakan jutaan nyawa di kawasan tersebut.
Dampak bagi Operasi Militer Amerika Serikat
Penolakan Spanyol terbukti memberikan dampak logistik yang signifikan bagi Pentagon. Akibat dilarang menggunakan pangkalan di Moron de la Frontera dan Rota, militer AS terpaksa menarik sekitar selusin pesawat tanker KC-135 yang sangat vital untuk pengisian bahan bakar pesawat tempur di udara.
Hal ini dianggap memperlambat kemampuan AS untuk melancarkan serangan udara lanjutan ke wilayah Iran, yang oleh pihak Gedung Putih disebut sebagai langkah yang “membahayakan nyawa tentara Amerika.”
Respons Iran: Memuji Integritas Eropa
Dari Teheran, Presiden Pezeshkian melihat sikap Spanyol sebagai bukti bahwa tidak semua negara Eropa tunduk pada tekanan sepihak Washington. Menurutnya, dunia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang berani membela hukum internasional di atas kepentingan politik praktis.
“Keputusan Spanyol adalah kemenangan bagi kemanusiaan dan akal sehat. Kami menghargai negara-negara yang menolak untuk ikut serta dalam pertumpahan darah yang tidak adil,” ujar Pezeshkian melalui media pemerintah.
Hingga saat ini, perang hari ke-6 antara Iran melawan koalisi AS-Israel terus membara. Meskipun kota-kota besar seperti Teheran terus dibombardir, Iran tetap menunjukkan perlawanan sengit yang membuat eskalasi di Timur Tengah semakin sulit diprediksi ujungnya.
